terjatuh dan tersungkur tapi aku tetap bersyukur
di hempas di hantam di tikam tapi aku tetap tegak berjalan
di caci di maki di cela di hina tapi aku tetap berdiri menatap mereka
semua bukan karna karna hebat ku bukan karna kuat nya aku
tapi semua karna ku punya dia
dia yang Illah yang selalu ada
dia tak pernah pergi walau kadang ku lupa diri
dia Allah SWT
hidup di dunia memang tak mudah
terjatuh dan tersungkur namun ingat kita harus tetap bersyukur
di hempas di hantam di tikam oleh kehidupan
di caci di maki di cela dan di hina oleh jutaan manusia
tapi ingat lah Allah selalu ada
dia yang menguatkan kita
ingat lah ini semua hanya sementara
terus lah usaha dan berdoa karna indah pada waktu nya itu ada
Chintya
28/01/2020
my life,my history,my journey
Selasa, 28 Januari 2020
Kamis, 28 November 2019
Puisi buat kakek
Hati ku pilu hari terasa sendu
Kenangan itu tiba-tiba datang
Kenangan yang takan hilang dan tak tergantikan
Sampai kini pun air mata ku tetap jatuh
Namun aku tak boleh menangisi nya terlalu
Dia sudah bahagia di tempat yang lebih indah
Dia sudah bahagia kembali dengan sang pemilik jiwa
Kini tinggal aku yang masih di sini
Di dunia di mana tempat ku sementara yang penuh dengan segala
Musihat tipu daya
Hanya doa yg bisa ku beri agar dia selalu bahagia di sana
Dan Iktiar ibadah serta doa agar saat waktu ku telah tiba kita di pertemukan lagi di Jannah nya
Selamat jalan kakek ku
Doa ku selalu untuk mu
Kenangan itu akan selalu ku kenang
Maaf jika aku belum jadi cucu perempuan mu yang sempurna
Tapi aku selalu belajar berdoa dan usaha
InsyaAllah suatu hari nanti kita bertemu kembali
Di Jannah nya kau akan sambut aku dengan senyum semringah dengan tubuh mu yang gagah wajah mu yang bercahaya dan kita akan bersama bercanda lagi sama seperti dulu saat aku kecil ku
Alfatiha selalu Insya Allah akan ku kirim untuk mu
Chintya
27/11/2019
Kenangan itu tiba-tiba datang
Kenangan yang takan hilang dan tak tergantikan
Sampai kini pun air mata ku tetap jatuh
Namun aku tak boleh menangisi nya terlalu
Dia sudah bahagia di tempat yang lebih indah
Dia sudah bahagia kembali dengan sang pemilik jiwa
Kini tinggal aku yang masih di sini
Di dunia di mana tempat ku sementara yang penuh dengan segala
Musihat tipu daya
Hanya doa yg bisa ku beri agar dia selalu bahagia di sana
Dan Iktiar ibadah serta doa agar saat waktu ku telah tiba kita di pertemukan lagi di Jannah nya
Selamat jalan kakek ku
Doa ku selalu untuk mu
Kenangan itu akan selalu ku kenang
Maaf jika aku belum jadi cucu perempuan mu yang sempurna
Tapi aku selalu belajar berdoa dan usaha
InsyaAllah suatu hari nanti kita bertemu kembali
Di Jannah nya kau akan sambut aku dengan senyum semringah dengan tubuh mu yang gagah wajah mu yang bercahaya dan kita akan bersama bercanda lagi sama seperti dulu saat aku kecil ku
Alfatiha selalu Insya Allah akan ku kirim untuk mu
Chintya
27/11/2019
Rabu, 03 Juli 2019
My poem mutiara
Dia adalah mutiara
Mutiara yang sangat mulia
Mutiara yang jatuh di tangan yang salah
Tapi mutiara tetap lah mutiara berkilau dan selalu indah
Dia lah Siti Asiyah wanita yang mulia
Wanita soleha dengan keimanan tiada tara
Sang Ratu yang mulia cerdas dan penuh cinta
Kesabaran nya yang tiada tara adalah perhiasan diri nya yang paling Indah
Cinta nya pada sang pecipta (Allah SWT)
kekuatan dan keimanan adalah Mahkota nya
Kecerdasan adalah perhiasan nya
Itu lah Asiyah salah satu wanita terhebat tercantik sedunia mutiara sang pecipta
Mutiara yang sangat mulia
Mutiara yang jatuh di tangan yang salah
Tapi mutiara tetap lah mutiara berkilau dan selalu indah
Dia lah Siti Asiyah wanita yang mulia
Wanita soleha dengan keimanan tiada tara
Sang Ratu yang mulia cerdas dan penuh cinta
Kesabaran nya yang tiada tara adalah perhiasan diri nya yang paling Indah
Cinta nya pada sang pecipta (Allah SWT)
kekuatan dan keimanan adalah Mahkota nya
Kecerdasan adalah perhiasan nya
Itu lah Asiyah salah satu wanita terhebat tercantik sedunia mutiara sang pecipta
Selasa, 02 Juli 2019
Entah kapan my poem
Entah kapan kita mendapat giliran
Entah kapan namun itu sudah di jadwalkan
Entah kapan bisa besok lusa nanti bahkan sekarang
Semua itu pasti kita kan menghadapi
Entah kapan waktu kita tiba sudah kah kita mempersiapkan
Akan kah kita menghadapi nya dengan senyuman
Atau dengan tangisan penyesalan
Entah kapan kita tidak tau bisa saja sekarang
Namun masih saja kita mengabaikan
Tak ada manusia yang sempurna dan tak berdosa
Namun sering nya kita lupa merasa paling sempurna
Kematian itu pasti dan kita tak kan bisa lari apa lagi sembunyi
Entah kapan dia mengahapiri yang tau hanya lah Ilahi Robbi
Entah kapan waktu kita akan tiba tidak akan pernah ada yang dapat menerka
Yang kita bisa hanya mempersiapkan agar kita bisa menyambut smua dengan senyuman
ingat lah kawan dunia ini hanya persingahan
Jadi sudah seberapa siap kah kita untuk kembali pulang?
Chintya
Lupa tapi baru selesai dua hari yang Lalu terinpirasi dari meninggal nya Almarhun Ustad Arifin Ilham Alfatiha buat beliau
Insya Allah beliau sudah di tempat yang indah sekarang
Entah kapan namun itu sudah di jadwalkan
Entah kapan bisa besok lusa nanti bahkan sekarang
Semua itu pasti kita kan menghadapi
Entah kapan waktu kita tiba sudah kah kita mempersiapkan
Akan kah kita menghadapi nya dengan senyuman
Atau dengan tangisan penyesalan
Entah kapan kita tidak tau bisa saja sekarang
Namun masih saja kita mengabaikan
Tak ada manusia yang sempurna dan tak berdosa
Namun sering nya kita lupa merasa paling sempurna
Kematian itu pasti dan kita tak kan bisa lari apa lagi sembunyi
Entah kapan dia mengahapiri yang tau hanya lah Ilahi Robbi
Entah kapan waktu kita akan tiba tidak akan pernah ada yang dapat menerka
Yang kita bisa hanya mempersiapkan agar kita bisa menyambut smua dengan senyuman
ingat lah kawan dunia ini hanya persingahan
Jadi sudah seberapa siap kah kita untuk kembali pulang?
Chintya
Lupa tapi baru selesai dua hari yang Lalu terinpirasi dari meninggal nya Almarhun Ustad Arifin Ilham Alfatiha buat beliau
Insya Allah beliau sudah di tempat yang indah sekarang
My poem 07/02/2019
malam ku kembali kelam
ya ku tau malam memang tak terang
tapi setidak nya ada bintang dan bulan
namun tidak untuk ku malam ini
malam ku kelam dan terasa amat panjang
saat ku mulai agak tenang ku coba untuk terpejam
namun tiba-tiba sosok itu datang
dia tenang namun kata-kata nya menikam
dan aku hanya bisa terdiam ku coba hati ini berbisik mengigat tuhan
satu dua perkataan dia keluarkan
kadang ada pertanyaan dan semua itu sungguh menyudutkan
ku tahan air mata ini agar tak tumpah
agar aku tak terlihat lemah
semua itu ku dengarkan namun bibir ku tak dapat mengeluarkan kata
hati ini berbisik berbicara tau kah aku terluka
namun ku coba terlihat biasa ku hibur hati dengan doa
ku tenangkan dengan mengingat sang pecipta
ku terima ini smua karna memang aku bersalah
walau apa yang ku terima sungguh seakan aku sangat hina
malam ini malam yang kelam dan terasa amat panjang
tapi aku yakin nanti kan ku jumpai malam yang indah di temani bulan dan seribu bintang
chintya 07/02/2019
Senin, 01 Juli 2019
my poem 01/06/2019
ketika aku bisa bertemu pada mu
aku malah menjauh bahkan kadang ku acuh
padahal kau memanggil ku
aku yang butuh dirimu bukan engkau yang butuh aku
ada masa di saat ku tak bisa "bertemu" pada mu
sungguh di masa itu aku rindu
sungguh penyesalan itu menikam
namun ku obati semua dengan mendengarkan surat-surat mu
dengan mendengarkan pelajaran-pelajaran mu
dengan memuji mu dengan mulut ku
itu lah obat rindu ku
saat aku tidak bisa langsung bercerita kepada mu
tak terbayang kan saat waktu ku tiba
aku terlalu lama menjauh pada mu
saat harus nya aku senang karna aku akan begitu dekat dengan mu
aku akan di sisi mu namun ku terlalu lama mengabaikan mu dan yang ku rasakan ahnya lah penyeselan
Ya Allah Ya Robbi Ya Robbana
sang pemilik jiwa tetapkan hati ini selalu beristiqomah
beristiqomah beribadah pada mu
sungguh ku rindu bercerita padamu dalam sujud ku
Chintya 01/07/2019
aku malah menjauh bahkan kadang ku acuh
padahal kau memanggil ku
aku yang butuh dirimu bukan engkau yang butuh aku
ada masa di saat ku tak bisa "bertemu" pada mu
sungguh di masa itu aku rindu
sungguh penyesalan itu menikam
namun ku obati semua dengan mendengarkan surat-surat mu
dengan mendengarkan pelajaran-pelajaran mu
dengan memuji mu dengan mulut ku
itu lah obat rindu ku
saat aku tidak bisa langsung bercerita kepada mu
tak terbayang kan saat waktu ku tiba
aku terlalu lama menjauh pada mu
saat harus nya aku senang karna aku akan begitu dekat dengan mu
aku akan di sisi mu namun ku terlalu lama mengabaikan mu dan yang ku rasakan ahnya lah penyeselan
Ya Allah Ya Robbi Ya Robbana
sang pemilik jiwa tetapkan hati ini selalu beristiqomah
beristiqomah beribadah pada mu
sungguh ku rindu bercerita padamu dalam sujud ku
Chintya 01/07/2019
My poem 19/04/2019
nasib si pecundang
pecundang yang malang
harga diri nya sudah di telanjang
dia di anggap pembangkang
nasib si pecundang
tiap hari memeluk angan
hanya tuhan lah yang dia harapkan
untuk jalan diri nya sebagai pemenang
nasib si pecundang
selalu di remehkan
selalu salah
tak berguna bagai sampah
oh nasib mu si pecundang
tersenyum palsu dengan hati pilu
merasakan bahagia namun fana
terlihat kuat walau namun rapuh
bangun lah hai pecundang
jangan mau jadi gelandang
kau harus jadi pejuang
lalu raihlah kemenangan
buktikan hai pecundang
namun jangan engkau dendam
bangkit lah sebagai pejuang
yang berjalan di atas kebenaran
tapi jangan lah hati mu membenci
lawan mereka dengan peluru prestasi
pedang kasih sayang juga perisai doa
ubah nasib mu penjadi pemenang
ayo sang pecundang
jangan hanya memeluk angan
buat angan itu jadi kenyataan
sebagai pembuktian
jangan kau putus asa karna masih ada Allah SWT
bangkit lah pecundang berubah lah jadi pejuang
berdoa lah meminta jalan pada tuhan
bangkit dan berjuang lah Insya Allah kau akan jadi pemenang
chintya 19 april 2019
pecundang yang malang
harga diri nya sudah di telanjang
dia di anggap pembangkang
nasib si pecundang
tiap hari memeluk angan
hanya tuhan lah yang dia harapkan
untuk jalan diri nya sebagai pemenang
nasib si pecundang
selalu di remehkan
selalu salah
tak berguna bagai sampah
oh nasib mu si pecundang
tersenyum palsu dengan hati pilu
merasakan bahagia namun fana
terlihat kuat walau namun rapuh
bangun lah hai pecundang
jangan mau jadi gelandang
kau harus jadi pejuang
lalu raihlah kemenangan
buktikan hai pecundang
namun jangan engkau dendam
bangkit lah sebagai pejuang
yang berjalan di atas kebenaran
tapi jangan lah hati mu membenci
lawan mereka dengan peluru prestasi
pedang kasih sayang juga perisai doa
ubah nasib mu penjadi pemenang
ayo sang pecundang
jangan hanya memeluk angan
buat angan itu jadi kenyataan
sebagai pembuktian
jangan kau putus asa karna masih ada Allah SWT
bangkit lah pecundang berubah lah jadi pejuang
berdoa lah meminta jalan pada tuhan
bangkit dan berjuang lah Insya Allah kau akan jadi pemenang
chintya 19 april 2019
Langganan:
Postingan (Atom)