Hati ku pilu hari terasa sendu
Kenangan itu tiba-tiba datang
Kenangan yang takan hilang dan tak tergantikan
Sampai kini pun air mata ku tetap jatuh
Namun aku tak boleh menangisi nya terlalu
Dia sudah bahagia di tempat yang lebih indah
Dia sudah bahagia kembali dengan sang pemilik jiwa
Kini tinggal aku yang masih di sini
Di dunia di mana tempat ku sementara yang penuh dengan segala
Musihat tipu daya
Hanya doa yg bisa ku beri agar dia selalu bahagia di sana
Dan Iktiar ibadah serta doa agar saat waktu ku telah tiba kita di pertemukan lagi di Jannah nya
Selamat jalan kakek ku
Doa ku selalu untuk mu
Kenangan itu akan selalu ku kenang
Maaf jika aku belum jadi cucu perempuan mu yang sempurna
Tapi aku selalu belajar berdoa dan usaha
InsyaAllah suatu hari nanti kita bertemu kembali
Di Jannah nya kau akan sambut aku dengan senyum semringah dengan tubuh mu yang gagah wajah mu yang bercahaya dan kita akan bersama bercanda lagi sama seperti dulu saat aku kecil ku
Alfatiha selalu Insya Allah akan ku kirim untuk mu
Chintya
27/11/2019
Kamis, 28 November 2019
Rabu, 03 Juli 2019
My poem mutiara
Dia adalah mutiara
Mutiara yang sangat mulia
Mutiara yang jatuh di tangan yang salah
Tapi mutiara tetap lah mutiara berkilau dan selalu indah
Dia lah Siti Asiyah wanita yang mulia
Wanita soleha dengan keimanan tiada tara
Sang Ratu yang mulia cerdas dan penuh cinta
Kesabaran nya yang tiada tara adalah perhiasan diri nya yang paling Indah
Cinta nya pada sang pecipta (Allah SWT)
kekuatan dan keimanan adalah Mahkota nya
Kecerdasan adalah perhiasan nya
Itu lah Asiyah salah satu wanita terhebat tercantik sedunia mutiara sang pecipta
Mutiara yang sangat mulia
Mutiara yang jatuh di tangan yang salah
Tapi mutiara tetap lah mutiara berkilau dan selalu indah
Dia lah Siti Asiyah wanita yang mulia
Wanita soleha dengan keimanan tiada tara
Sang Ratu yang mulia cerdas dan penuh cinta
Kesabaran nya yang tiada tara adalah perhiasan diri nya yang paling Indah
Cinta nya pada sang pecipta (Allah SWT)
kekuatan dan keimanan adalah Mahkota nya
Kecerdasan adalah perhiasan nya
Itu lah Asiyah salah satu wanita terhebat tercantik sedunia mutiara sang pecipta
Selasa, 02 Juli 2019
Entah kapan my poem
Entah kapan kita mendapat giliran
Entah kapan namun itu sudah di jadwalkan
Entah kapan bisa besok lusa nanti bahkan sekarang
Semua itu pasti kita kan menghadapi
Entah kapan waktu kita tiba sudah kah kita mempersiapkan
Akan kah kita menghadapi nya dengan senyuman
Atau dengan tangisan penyesalan
Entah kapan kita tidak tau bisa saja sekarang
Namun masih saja kita mengabaikan
Tak ada manusia yang sempurna dan tak berdosa
Namun sering nya kita lupa merasa paling sempurna
Kematian itu pasti dan kita tak kan bisa lari apa lagi sembunyi
Entah kapan dia mengahapiri yang tau hanya lah Ilahi Robbi
Entah kapan waktu kita akan tiba tidak akan pernah ada yang dapat menerka
Yang kita bisa hanya mempersiapkan agar kita bisa menyambut smua dengan senyuman
ingat lah kawan dunia ini hanya persingahan
Jadi sudah seberapa siap kah kita untuk kembali pulang?
Chintya
Lupa tapi baru selesai dua hari yang Lalu terinpirasi dari meninggal nya Almarhun Ustad Arifin Ilham Alfatiha buat beliau
Insya Allah beliau sudah di tempat yang indah sekarang
Entah kapan namun itu sudah di jadwalkan
Entah kapan bisa besok lusa nanti bahkan sekarang
Semua itu pasti kita kan menghadapi
Entah kapan waktu kita tiba sudah kah kita mempersiapkan
Akan kah kita menghadapi nya dengan senyuman
Atau dengan tangisan penyesalan
Entah kapan kita tidak tau bisa saja sekarang
Namun masih saja kita mengabaikan
Tak ada manusia yang sempurna dan tak berdosa
Namun sering nya kita lupa merasa paling sempurna
Kematian itu pasti dan kita tak kan bisa lari apa lagi sembunyi
Entah kapan dia mengahapiri yang tau hanya lah Ilahi Robbi
Entah kapan waktu kita akan tiba tidak akan pernah ada yang dapat menerka
Yang kita bisa hanya mempersiapkan agar kita bisa menyambut smua dengan senyuman
ingat lah kawan dunia ini hanya persingahan
Jadi sudah seberapa siap kah kita untuk kembali pulang?
Chintya
Lupa tapi baru selesai dua hari yang Lalu terinpirasi dari meninggal nya Almarhun Ustad Arifin Ilham Alfatiha buat beliau
Insya Allah beliau sudah di tempat yang indah sekarang
My poem 07/02/2019
malam ku kembali kelam
ya ku tau malam memang tak terang
tapi setidak nya ada bintang dan bulan
namun tidak untuk ku malam ini
malam ku kelam dan terasa amat panjang
saat ku mulai agak tenang ku coba untuk terpejam
namun tiba-tiba sosok itu datang
dia tenang namun kata-kata nya menikam
dan aku hanya bisa terdiam ku coba hati ini berbisik mengigat tuhan
satu dua perkataan dia keluarkan
kadang ada pertanyaan dan semua itu sungguh menyudutkan
ku tahan air mata ini agar tak tumpah
agar aku tak terlihat lemah
semua itu ku dengarkan namun bibir ku tak dapat mengeluarkan kata
hati ini berbisik berbicara tau kah aku terluka
namun ku coba terlihat biasa ku hibur hati dengan doa
ku tenangkan dengan mengingat sang pecipta
ku terima ini smua karna memang aku bersalah
walau apa yang ku terima sungguh seakan aku sangat hina
malam ini malam yang kelam dan terasa amat panjang
tapi aku yakin nanti kan ku jumpai malam yang indah di temani bulan dan seribu bintang
chintya 07/02/2019
Senin, 01 Juli 2019
my poem 01/06/2019
ketika aku bisa bertemu pada mu
aku malah menjauh bahkan kadang ku acuh
padahal kau memanggil ku
aku yang butuh dirimu bukan engkau yang butuh aku
ada masa di saat ku tak bisa "bertemu" pada mu
sungguh di masa itu aku rindu
sungguh penyesalan itu menikam
namun ku obati semua dengan mendengarkan surat-surat mu
dengan mendengarkan pelajaran-pelajaran mu
dengan memuji mu dengan mulut ku
itu lah obat rindu ku
saat aku tidak bisa langsung bercerita kepada mu
tak terbayang kan saat waktu ku tiba
aku terlalu lama menjauh pada mu
saat harus nya aku senang karna aku akan begitu dekat dengan mu
aku akan di sisi mu namun ku terlalu lama mengabaikan mu dan yang ku rasakan ahnya lah penyeselan
Ya Allah Ya Robbi Ya Robbana
sang pemilik jiwa tetapkan hati ini selalu beristiqomah
beristiqomah beribadah pada mu
sungguh ku rindu bercerita padamu dalam sujud ku
Chintya 01/07/2019
aku malah menjauh bahkan kadang ku acuh
padahal kau memanggil ku
aku yang butuh dirimu bukan engkau yang butuh aku
ada masa di saat ku tak bisa "bertemu" pada mu
sungguh di masa itu aku rindu
sungguh penyesalan itu menikam
namun ku obati semua dengan mendengarkan surat-surat mu
dengan mendengarkan pelajaran-pelajaran mu
dengan memuji mu dengan mulut ku
itu lah obat rindu ku
saat aku tidak bisa langsung bercerita kepada mu
tak terbayang kan saat waktu ku tiba
aku terlalu lama menjauh pada mu
saat harus nya aku senang karna aku akan begitu dekat dengan mu
aku akan di sisi mu namun ku terlalu lama mengabaikan mu dan yang ku rasakan ahnya lah penyeselan
Ya Allah Ya Robbi Ya Robbana
sang pemilik jiwa tetapkan hati ini selalu beristiqomah
beristiqomah beribadah pada mu
sungguh ku rindu bercerita padamu dalam sujud ku
Chintya 01/07/2019
My poem 19/04/2019
nasib si pecundang
pecundang yang malang
harga diri nya sudah di telanjang
dia di anggap pembangkang
nasib si pecundang
tiap hari memeluk angan
hanya tuhan lah yang dia harapkan
untuk jalan diri nya sebagai pemenang
nasib si pecundang
selalu di remehkan
selalu salah
tak berguna bagai sampah
oh nasib mu si pecundang
tersenyum palsu dengan hati pilu
merasakan bahagia namun fana
terlihat kuat walau namun rapuh
bangun lah hai pecundang
jangan mau jadi gelandang
kau harus jadi pejuang
lalu raihlah kemenangan
buktikan hai pecundang
namun jangan engkau dendam
bangkit lah sebagai pejuang
yang berjalan di atas kebenaran
tapi jangan lah hati mu membenci
lawan mereka dengan peluru prestasi
pedang kasih sayang juga perisai doa
ubah nasib mu penjadi pemenang
ayo sang pecundang
jangan hanya memeluk angan
buat angan itu jadi kenyataan
sebagai pembuktian
jangan kau putus asa karna masih ada Allah SWT
bangkit lah pecundang berubah lah jadi pejuang
berdoa lah meminta jalan pada tuhan
bangkit dan berjuang lah Insya Allah kau akan jadi pemenang
chintya 19 april 2019
pecundang yang malang
harga diri nya sudah di telanjang
dia di anggap pembangkang
nasib si pecundang
tiap hari memeluk angan
hanya tuhan lah yang dia harapkan
untuk jalan diri nya sebagai pemenang
nasib si pecundang
selalu di remehkan
selalu salah
tak berguna bagai sampah
oh nasib mu si pecundang
tersenyum palsu dengan hati pilu
merasakan bahagia namun fana
terlihat kuat walau namun rapuh
bangun lah hai pecundang
jangan mau jadi gelandang
kau harus jadi pejuang
lalu raihlah kemenangan
buktikan hai pecundang
namun jangan engkau dendam
bangkit lah sebagai pejuang
yang berjalan di atas kebenaran
tapi jangan lah hati mu membenci
lawan mereka dengan peluru prestasi
pedang kasih sayang juga perisai doa
ubah nasib mu penjadi pemenang
ayo sang pecundang
jangan hanya memeluk angan
buat angan itu jadi kenyataan
sebagai pembuktian
jangan kau putus asa karna masih ada Allah SWT
bangkit lah pecundang berubah lah jadi pejuang
berdoa lah meminta jalan pada tuhan
bangkit dan berjuang lah Insya Allah kau akan jadi pemenang
chintya 19 april 2019
Sabtu, 29 Juni 2019
My poem 20/03/2019
Ya Allah kadang aku takut saat aku senang aku terlena dan lupa pada mu
Kadang aku takut saat aku susah aku malah menyalahkan mu ,
aku takut terlena pada dunia, aku juga takut putus asa menghadapi nya
Aku takut Ya Allah aku takut dunia membuat ku lupa akan diri mu
Karna kadang saat senang aku seakan terbang
Saat sedang susah aku terasa jatuh hampir binasah
Ya Allah jadi kan lah aku hamba mu yang tak pernah lupa
Untk meletakan kepala ku di atas sejadah selalu
Untuk selalu besujud pada mu saat senang atau pun susah
Saat senang aku bersujud bersyukur karna semua tentu berkat Rahmat mu
Saat susah ku bersujud mengadu memohon berdoa memohon Rahmat mu
Karna aku bukan apa- apa tanpa mu
Chintya
20/03/2019
Kadang aku takut saat aku susah aku malah menyalahkan mu ,
aku takut terlena pada dunia, aku juga takut putus asa menghadapi nya
Aku takut Ya Allah aku takut dunia membuat ku lupa akan diri mu
Karna kadang saat senang aku seakan terbang
Saat sedang susah aku terasa jatuh hampir binasah
Ya Allah jadi kan lah aku hamba mu yang tak pernah lupa
Untk meletakan kepala ku di atas sejadah selalu
Untuk selalu besujud pada mu saat senang atau pun susah
Saat senang aku bersujud bersyukur karna semua tentu berkat Rahmat mu
Saat susah ku bersujud mengadu memohon berdoa memohon Rahmat mu
Karna aku bukan apa- apa tanpa mu
Chintya
20/03/2019
Rabu, 27 Februari 2019
Hijab
hijab
hijab jilbab kerudung apapun sebutan nya dulu aku menganggap hijab adalah sesuatu yang sangat berat bukan hanya selembar kain yang akan menutupi kepalaku banyak banget temen dan saudara ku yang kadar menyindir dan menyuruh ku memakai nya ya kadang terpikir juga memakai nya namun bagiku hijab bukan hanya kewajiban tapikomitmen banyak sih yang bilangg mau jilbabin hati dulu tapi itu klise kenapa ? ya jilbab atau hijab itu kewajiban ada pula di Alquran tapiyah nama nya manusia pasti ada godaan nya padahal tante-tante ku semua berhijab ya keidupan ku juga biasa aja sih ga bandel-bandel banget ga baik-baik juga kalo soal penampilan aku bukan tipe orang yang modis dan fashion teman dekat ku sulis memutus untuk memakai hijab pada saat smp kalo gasalah kelas dua menjelang kelas dua yah dan itu membuat ku agak kaget dan sempat memikirkan kan pake juga tapi ya lagi-lagi ini masalah prinsip dan komitmen aku belum pake dan aku melihat teman ku tidak bisa mempertahankan prinsipdan komitmen itu dia melepas nya namun Alhamdulilah sekarang dia memakai nya kembali ya dia punya alesansaat dia melepaskan hijab nya dan sampai pada saat puncak nya ketika aku sakitsebulan di sana aku banyak berfikir apalagi yang aku cari tinggal tutup ajah rambut aku juga kalo ga pake Cuma aku untel-untel dan aku pakai tapi yang membuat aku sedih dan kesal adalah ada beberapa orang-orang yang menganggap kalo aku memakai hijab karna sakit nazhar atau apa lahmungkin bagi mereka its ok aku gapapa sebenar nya wajar asal jangan di bilang kerdus ajah hehe tapi yang aku kesel adalah mereka tuh ga tau betapa susah nya aku untuk memutuskan ini dan betapasulit nya juga buat menjaga nya kenapa mereka main asal nilai ajah, tapi aku tau Allah mengetahui setiap perjalanan ku biar Allah yang menjawab
bagiku ijab bukan hanya kain penutup untuk kepala tapi hijab adalah Identitas,komitmen juga alarm penjaga untuk ku memakai nya menunjukan identitas ku sebagai Muslimah identitas akan agamaku yang harus kujaga agarbaik selalu , hijab juga komitmen untuk untukterus memakai nya tidak melepas nya menjaga agar tetap baik komitmen untuk ku siap mengadapi segala cobaan untuk melepas nya komitmen yang harus pertanggung Jawabkan kepada agama dan tuhan ku juga diri ku sendiri untuk terus memperbaiki diri karna hijab ini adalah identitas dari agama yang ku cintai dang pengingat ku pada sang Robbi
hijab adalah alarm penjaga walau belum baik budi dan ahlak ku tapi ini ijabenjaga kudan mengingatkan ku untuk selalu memperbaikii diri ku h yang tidak baik dari hal kecil seperti berkata kasar atau menyakiti seseorang ya walau kadang aku tetap lupa tapi setidak nya saat aku meningat nya aku telat memakai nya aku tidakingin dya ternoda dengan perbuatan ku dan mungkin aku berfikir
satu lagi hujab adalah semangat ya hijab adalah semangat untukuntuk terusmelakukan alyang baikdan berguna untuk membuktikan pada dunia kalo wanita muslima untuk terus terus berkarya
hijab jilbab kerudung apapun sebutan nya dulu aku menganggap hijab adalah sesuatu yang sangat berat bukan hanya selembar kain yang akan menutupi kepalaku banyak banget temen dan saudara ku yang kadar menyindir dan menyuruh ku memakai nya ya kadang terpikir juga memakai nya namun bagiku hijab bukan hanya kewajiban tapikomitmen banyak sih yang bilangg mau jilbabin hati dulu tapi itu klise kenapa ? ya jilbab atau hijab itu kewajiban ada pula di Alquran tapiyah nama nya manusia pasti ada godaan nya padahal tante-tante ku semua berhijab ya keidupan ku juga biasa aja sih ga bandel-bandel banget ga baik-baik juga kalo soal penampilan aku bukan tipe orang yang modis dan fashion teman dekat ku sulis memutus untuk memakai hijab pada saat smp kalo gasalah kelas dua menjelang kelas dua yah dan itu membuat ku agak kaget dan sempat memikirkan kan pake juga tapi ya lagi-lagi ini masalah prinsip dan komitmen aku belum pake dan aku melihat teman ku tidak bisa mempertahankan prinsipdan komitmen itu dia melepas nya namun Alhamdulilah sekarang dia memakai nya kembali ya dia punya alesansaat dia melepaskan hijab nya dan sampai pada saat puncak nya ketika aku sakitsebulan di sana aku banyak berfikir apalagi yang aku cari tinggal tutup ajah rambut aku juga kalo ga pake Cuma aku untel-untel dan aku pakai tapi yang membuat aku sedih dan kesal adalah ada beberapa orang-orang yang menganggap kalo aku memakai hijab karna sakit nazhar atau apa lahmungkin bagi mereka its ok aku gapapa sebenar nya wajar asal jangan di bilang kerdus ajah hehe tapi yang aku kesel adalah mereka tuh ga tau betapa susah nya aku untuk memutuskan ini dan betapasulit nya juga buat menjaga nya kenapa mereka main asal nilai ajah, tapi aku tau Allah mengetahui setiap perjalanan ku biar Allah yang menjawab
bagiku ijab bukan hanya kain penutup untuk kepala tapi hijab adalah Identitas,komitmen juga alarm penjaga untuk ku memakai nya menunjukan identitas ku sebagai Muslimah identitas akan agamaku yang harus kujaga agarbaik selalu , hijab juga komitmen untuk untukterus memakai nya tidak melepas nya menjaga agar tetap baik komitmen untuk ku siap mengadapi segala cobaan untuk melepas nya komitmen yang harus pertanggung Jawabkan kepada agama dan tuhan ku juga diri ku sendiri untuk terus memperbaiki diri karna hijab ini adalah identitas dari agama yang ku cintai dang pengingat ku pada sang Robbi
hijab adalah alarm penjaga walau belum baik budi dan ahlak ku tapi ini ijabenjaga kudan mengingatkan ku untuk selalu memperbaikii diri ku h yang tidak baik dari hal kecil seperti berkata kasar atau menyakiti seseorang ya walau kadang aku tetap lupa tapi setidak nya saat aku meningat nya aku telat memakai nya aku tidakingin dya ternoda dengan perbuatan ku dan mungkin aku berfikir
satu lagi hujab adalah semangat ya hijab adalah semangat untukuntuk terusmelakukan alyang baikdan berguna untuk membuktikan pada dunia kalo wanita muslima untuk terus terus berkarya
Bagaimana Menanggapi Ujaran kebencian
Bagaimana Menanggapi Ujaran kebencian Di Jaman Modern
Bagi saya ujaran kebencian di jaman milenial ini sudah seperti sesuatu yang biasa seakan kita semua bukan manusia dan tidak mempunyai hati nurani, saling mencela dan mencaci seperti sesuatu yang sangat lumrah, semua seperti terbantu dengan ada nya sosial media yang harus nya mempererat silahturahmi kita . Sebagai generasi milenial seharus nya kita lebih bijak untuk mengunakan sosaial media dan menerima sebuah Informasi juga mengeluarkan pendapat dan kemarahan berfikir panjang dalam mengungkapakan pendapat dan kekecewaan. Tidak bisa di pungkiri ujaran kebencian itu sekarang sudah menyentuh sesuatu yang sangat sensitif contohnya saja SARA ( suku agama ras dan antar golongan ) terlebih agama, agama adalah sesuatu yang sangat mudah untuk menyulutklan ujaran kebencian , agama sesuatu yang seharus nya kita rekat kan malah menjadi sesuatu yang memisakan kita, begitu mudah nya kita terpecah belah, bahkan sesama penganut agama tersebut banyitu yang menjadi profokator memecah bela antar sesama mereka , sungguh sangat miris dan Ironi sekali belum saja kepentingan politik yang menjadikan agama menjadi sebuah nilai pengikat yang kadang tidak bijak yang berbuah menjadi ujaran kebencian sebenar nya tidak ada salah nya apa bila politik dan agama di satukanperbedaan pendapat pasti selalu ada namun seharus nya kita bisa lebih bijak dalam menyikapi nya tetap mengargai kepercayaan agama tersebut. Tidak bisa di pungkiri Indonesia sebagai negara mayoritas Islam agama Islam lah yang paling sering di serang oleh para pengujar kebencian, sebagai Muslim tentu saja saya sangat sedih tetapi yang lebih menyedihkan banyak sesama Muslim sendiri yang menjadi pelaku pengujar kebencian tersebut karna islam adalah negara yang damai dan tidak pernah mengajar apa lagi membenar kan ujaran kebencian . Tanpa menyalahkan pihak mana pun saya rasa banyak sekali pelaku pengujar kebencian itu adalah dari golongan golongan yang mengatas nama kan agama itu sendiri itu sendiri , semua itu terbukti dari banyak nya kasus pelecehan agama dari golongan sendiri , banyak juga yang mengatas nama kan pancasila dan Kebinekaan ,kita tidak bisa meninggal kan nilai Pancasila dan toleransi tetapi kita juga harus mempunya adab dalam menyikapi dan mengemukakan pendapat , kita harus bisa membedakan ketidak sukaan kita pada seseorang dengan apa yang dia anut atau dari mana dia berasal, contoh bila kita tidak suka dengan seorang tokoh atau organisasi tetentu bijak nya kita kita bisa mengeluarkan pendapat kita tanpa membahas dan menyerang agama atau suku , tokoh atau oganisasi tersebut karna itulah yang biasa terjadi dan yang akan menjadi sumber ujaran kebencian , kita sebagai manusia di jaman modern yang sangat milenial ini di mana sangat mudah nya kita mendapat suatu informasi dan mengungkapkan pendapat, seharus nya bisa menangapi nya dengan bijak menjadikan perbedaan itu menjadi sebuah warna tidak mudah terbakar oleh api kemarahan membalas dengan sebuah prestasi yang membanggakan, menjadi penengah yang bijak bukan malah menjadi pemanas keadaan dengan kebencian, menjadi pererat ,menjadi Rakyat bangsa Indonesia yang mempererat mempersatu bukan pemecah belah, dan lebih santun untuk mengemukakan pendapat tidak menjadikan agama menjadi sebuah bahan yang rentan untuk di perdebatkan menghormati perbedaan menyikapi sebuah kritikan dengan hati yang lapang, mengormati pancasila dengan menghargai semua simbol-simbol agama, semua itu bisa menghindarkan diri kita untuk menjadi pelaku penyebar ujaran kebencian , ujaran kebencian akan menjadi sebuah serangan untuk persaudaraan membunuh rasa kebersamaan
Bagi saya ujaran kebencian di jaman milenial ini sudah seperti sesuatu yang biasa seakan kita semua bukan manusia dan tidak mempunyai hati nurani, saling mencela dan mencaci seperti sesuatu yang sangat lumrah, semua seperti terbantu dengan ada nya sosial media yang harus nya mempererat silahturahmi kita . Sebagai generasi milenial seharus nya kita lebih bijak untuk mengunakan sosaial media dan menerima sebuah Informasi juga mengeluarkan pendapat dan kemarahan berfikir panjang dalam mengungkapakan pendapat dan kekecewaan. Tidak bisa di pungkiri ujaran kebencian itu sekarang sudah menyentuh sesuatu yang sangat sensitif contohnya saja SARA ( suku agama ras dan antar golongan ) terlebih agama, agama adalah sesuatu yang sangat mudah untuk menyulutklan ujaran kebencian , agama sesuatu yang seharus nya kita rekat kan malah menjadi sesuatu yang memisakan kita, begitu mudah nya kita terpecah belah, bahkan sesama penganut agama tersebut banyitu yang menjadi profokator memecah bela antar sesama mereka , sungguh sangat miris dan Ironi sekali belum saja kepentingan politik yang menjadikan agama menjadi sebuah nilai pengikat yang kadang tidak bijak yang berbuah menjadi ujaran kebencian sebenar nya tidak ada salah nya apa bila politik dan agama di satukanperbedaan pendapat pasti selalu ada namun seharus nya kita bisa lebih bijak dalam menyikapi nya tetap mengargai kepercayaan agama tersebut. Tidak bisa di pungkiri Indonesia sebagai negara mayoritas Islam agama Islam lah yang paling sering di serang oleh para pengujar kebencian, sebagai Muslim tentu saja saya sangat sedih tetapi yang lebih menyedihkan banyak sesama Muslim sendiri yang menjadi pelaku pengujar kebencian tersebut karna islam adalah negara yang damai dan tidak pernah mengajar apa lagi membenar kan ujaran kebencian . Tanpa menyalahkan pihak mana pun saya rasa banyak sekali pelaku pengujar kebencian itu adalah dari golongan golongan yang mengatas nama kan agama itu sendiri itu sendiri , semua itu terbukti dari banyak nya kasus pelecehan agama dari golongan sendiri , banyak juga yang mengatas nama kan pancasila dan Kebinekaan ,kita tidak bisa meninggal kan nilai Pancasila dan toleransi tetapi kita juga harus mempunya adab dalam menyikapi dan mengemukakan pendapat , kita harus bisa membedakan ketidak sukaan kita pada seseorang dengan apa yang dia anut atau dari mana dia berasal, contoh bila kita tidak suka dengan seorang tokoh atau organisasi tetentu bijak nya kita kita bisa mengeluarkan pendapat kita tanpa membahas dan menyerang agama atau suku , tokoh atau oganisasi tersebut karna itulah yang biasa terjadi dan yang akan menjadi sumber ujaran kebencian , kita sebagai manusia di jaman modern yang sangat milenial ini di mana sangat mudah nya kita mendapat suatu informasi dan mengungkapkan pendapat, seharus nya bisa menangapi nya dengan bijak menjadikan perbedaan itu menjadi sebuah warna tidak mudah terbakar oleh api kemarahan membalas dengan sebuah prestasi yang membanggakan, menjadi penengah yang bijak bukan malah menjadi pemanas keadaan dengan kebencian, menjadi pererat ,menjadi Rakyat bangsa Indonesia yang mempererat mempersatu bukan pemecah belah, dan lebih santun untuk mengemukakan pendapat tidak menjadikan agama menjadi sebuah bahan yang rentan untuk di perdebatkan menghormati perbedaan menyikapi sebuah kritikan dengan hati yang lapang, mengormati pancasila dengan menghargai semua simbol-simbol agama, semua itu bisa menghindarkan diri kita untuk menjadi pelaku penyebar ujaran kebencian , ujaran kebencian akan menjadi sebuah serangan untuk persaudaraan membunuh rasa kebersamaan
Sosial media seperti pisau bermata dua
Sosial media seperti piau bermata dua
Sosial media itu memang seperti pisau bermata dua dari sana kita dapat mendapat kan manfaat juga mudorat tapi itu kita juga bisamendapat kan manfaatnya semua ini terinpirasi saat aku mulai suka menulis insta storie ku aku liat hmm banyak juga yang melihat sempat terpikir oleh ku banyak juga yah kepo berarti instatorie wa storie itu bisa bikin orang kepo tapi setelah ku pikir ya itu memang benar tapi kita bisa merubah nya semua ada di diri kita aku suka menulis kan sindiran kadanag hehe kadang curhatan yang ga penting kata kata mutiara yang inti nya tetap curhat dan itu ga berguna memang bikin lega tapi ga guna ajah oh iyah kadang ada juga orang yang post abis kemana abis dari mana abis ngapai yahh itu sih hak semua orang tapi semua itu kalo keterlaluan keseringan bikin ga sehat juga karna semakin lama kita akan semakin berlomba menurut ku akan lebih bermanfaatkan kalo kita bisa mem post yang informatif dan ya untuk biar lebih deket dan sekedar memberitau boleh lah share kegiatan kita hmm ini lain lagi kalo kita artis kan kalo mereka ada tujuan nya misal nya mereka lagi promosiin film atau biar lebih dekat dengan penggemar dengan kita sering mempost sesuatu yang positif dan informatif kita juga bisa memberii Ilmu dan manfaat untuk orang yang suka kepoin kita hehe ,kita bisa ubah niat orang itu dengan yang suka kepoin kehidupan kita menjadi melihat sesuatu yang bermanfaat so semua tergantun dari diri kita mau bikin orang jadi selalu kepo atau mau bikin orang pinter atau mau memberikan Informasi yang bermanfaat , men share kehidupann kita ga salah , meluapkan isi hati ga salah tapi ada baik nya kita bijaksana untuk tidak berlebihan karna itu lah sosial media bagai pisau bermata dua tergantun kita mau sering untuk apa
Sosial media itu memang seperti pisau bermata dua dari sana kita dapat mendapat kan manfaat juga mudorat tapi itu kita juga bisamendapat kan manfaatnya semua ini terinpirasi saat aku mulai suka menulis insta storie ku aku liat hmm banyak juga yang melihat sempat terpikir oleh ku banyak juga yah kepo berarti instatorie wa storie itu bisa bikin orang kepo tapi setelah ku pikir ya itu memang benar tapi kita bisa merubah nya semua ada di diri kita aku suka menulis kan sindiran kadanag hehe kadang curhatan yang ga penting kata kata mutiara yang inti nya tetap curhat dan itu ga berguna memang bikin lega tapi ga guna ajah oh iyah kadang ada juga orang yang post abis kemana abis dari mana abis ngapai yahh itu sih hak semua orang tapi semua itu kalo keterlaluan keseringan bikin ga sehat juga karna semakin lama kita akan semakin berlomba menurut ku akan lebih bermanfaatkan kalo kita bisa mem post yang informatif dan ya untuk biar lebih deket dan sekedar memberitau boleh lah share kegiatan kita hmm ini lain lagi kalo kita artis kan kalo mereka ada tujuan nya misal nya mereka lagi promosiin film atau biar lebih dekat dengan penggemar dengan kita sering mempost sesuatu yang positif dan informatif kita juga bisa memberii Ilmu dan manfaat untuk orang yang suka kepoin kita hehe ,kita bisa ubah niat orang itu dengan yang suka kepoin kehidupan kita menjadi melihat sesuatu yang bermanfaat so semua tergantun dari diri kita mau bikin orang jadi selalu kepo atau mau bikin orang pinter atau mau memberikan Informasi yang bermanfaat , men share kehidupann kita ga salah , meluapkan isi hati ga salah tapi ada baik nya kita bijaksana untuk tidak berlebihan karna itu lah sosial media bagai pisau bermata dua tergantun kita mau sering untuk apa
Langganan:
Postingan (Atom)