Kamis, 28 November 2019

Puisi buat kakek

Hati ku pilu hari terasa sendu
Kenangan itu tiba-tiba datang
Kenangan yang takan hilang dan tak tergantikan
Sampai kini pun air mata ku tetap jatuh
Namun aku tak boleh menangisi nya terlalu
Dia sudah bahagia di tempat yang lebih indah
Dia sudah bahagia kembali dengan sang pemilik jiwa
Kini tinggal aku yang masih di sini
Di dunia di mana tempat ku sementara yang penuh dengan segala
Musihat tipu daya
Hanya doa yg bisa ku beri agar dia selalu bahagia di sana
Dan Iktiar ibadah serta doa agar saat waktu ku telah tiba kita di pertemukan lagi di Jannah nya
Selamat jalan kakek ku
Doa ku selalu untuk mu
Kenangan itu akan selalu ku kenang
Maaf jika aku belum jadi cucu perempuan mu yang sempurna
Tapi aku selalu belajar berdoa dan usaha
InsyaAllah suatu hari nanti kita bertemu kembali
Di Jannah nya kau akan sambut aku dengan senyum semringah dengan tubuh mu yang gagah wajah mu yang bercahaya dan kita akan bersama bercanda lagi sama seperti dulu saat aku kecil ku
Alfatiha selalu Insya Allah akan ku kirim  untuk mu
Chintya
27/11/2019

Rabu, 03 Juli 2019

My poem mutiara

Dia adalah mutiara
Mutiara yang sangat mulia
Mutiara yang jatuh di tangan yang salah
Tapi mutiara tetap lah mutiara berkilau dan selalu indah

Dia lah Siti Asiyah wanita yang mulia
Wanita soleha dengan keimanan tiada tara
Sang Ratu yang mulia cerdas dan penuh cinta
Kesabaran nya yang tiada tara adalah perhiasan diri nya yang paling Indah

Cinta nya pada sang pecipta (Allah SWT)
kekuatan dan keimanan adalah Mahkota nya
Kecerdasan  adalah perhiasan nya
Itu lah Asiyah salah satu wanita terhebat tercantik sedunia  mutiara sang pecipta

Selasa, 02 Juli 2019

Entah kapan my poem

Entah kapan kita mendapat giliran
Entah kapan namun itu sudah di jadwalkan
Entah kapan bisa besok lusa nanti bahkan sekarang
Semua itu pasti kita kan menghadapi

Entah kapan waktu kita tiba sudah kah kita mempersiapkan
Akan kah kita menghadapi nya dengan senyuman
Atau dengan tangisan penyesalan

Entah kapan kita tidak tau bisa saja sekarang
Namun masih saja kita mengabaikan
Tak ada manusia yang sempurna dan tak berdosa
Namun sering nya kita lupa merasa paling sempurna

Kematian itu pasti dan kita tak kan bisa lari apa lagi sembunyi
Entah kapan dia mengahapiri yang tau hanya lah Ilahi Robbi
Entah kapan waktu kita akan tiba tidak akan pernah ada yang dapat menerka
Yang kita bisa hanya mempersiapkan agar kita bisa menyambut smua dengan senyuman

 ingat lah kawan dunia ini hanya persingahan
Jadi sudah seberapa siap kah kita untuk kembali pulang?



Chintya
Lupa tapi baru selesai dua hari yang Lalu terinpirasi dari meninggal nya Almarhun Ustad Arifin Ilham Alfatiha buat beliau
Insya Allah beliau sudah di tempat yang indah sekarang

My poem 07/02/2019

malam ku kembali kelam
ya ku tau malam memang tak terang 
tapi setidak nya ada bintang dan bulan 
namun tidak untuk ku malam ini 
malam ku kelam dan terasa amat panjang 

saat ku mulai agak tenang ku coba untuk terpejam 
namun tiba-tiba sosok itu datang 
dia tenang namun kata-kata nya menikam 
dan aku hanya bisa terdiam ku coba hati ini berbisik mengigat tuhan 

satu dua perkataan dia keluarkan 
kadang ada pertanyaan dan semua itu sungguh menyudutkan 
ku tahan air mata ini agar tak tumpah 
agar aku tak terlihat lemah 

semua itu ku dengarkan namun bibir ku tak dapat mengeluarkan kata 
hati ini berbisik berbicara tau kah aku terluka 
namun ku coba terlihat biasa ku hibur hati dengan doa 
ku tenangkan dengan mengingat sang pecipta 

ku terima ini smua karna memang aku bersalah 
walau apa yang ku terima sungguh seakan aku sangat hina 
malam ini malam yang kelam dan terasa amat panjang
tapi aku yakin nanti kan ku jumpai malam yang indah di temani bulan dan seribu bintang



chintya 07/02/2019 

Senin, 01 Juli 2019

my poem 01/06/2019

ketika aku bisa bertemu pada mu
aku malah menjauh bahkan kadang ku acuh
padahal kau memanggil ku
aku yang butuh dirimu bukan engkau yang butuh aku

ada masa di saat ku tak bisa "bertemu" pada mu 
sungguh di masa itu aku rindu
sungguh penyesalan itu menikam
namun ku obati semua dengan mendengarkan surat-surat mu

dengan mendengarkan pelajaran-pelajaran mu
dengan memuji mu dengan mulut ku
itu lah obat rindu ku
saat aku tidak bisa langsung bercerita kepada mu

tak terbayang kan saat waktu ku tiba
aku terlalu lama menjauh pada mu
saat harus nya aku senang karna aku akan begitu dekat dengan mu
aku akan di sisi mu  namun ku terlalu lama mengabaikan mu dan yang ku rasakan ahnya lah penyeselan

Ya Allah Ya Robbi Ya Robbana
sang pemilik jiwa tetapkan hati ini selalu beristiqomah
beristiqomah beribadah pada mu
sungguh ku rindu bercerita padamu dalam sujud ku

Chintya 01/07/2019

My poem 19/04/2019

nasib si  pecundang
pecundang yang malang
harga diri nya sudah  di telanjang
dia  di  anggap pembangkang

nasib si pecundang
tiap hari memeluk angan
hanya tuhan lah yang dia harapkan
untuk jalan diri nya sebagai pemenang

nasib si pecundang
selalu di remehkan
selalu salah
tak berguna bagai sampah

oh nasib mu si pecundang
tersenyum palsu dengan hati pilu
merasakan bahagia namun fana
terlihat kuat walau namun rapuh

bangun lah hai pecundang
jangan mau jadi gelandang
kau harus jadi pejuang
lalu raihlah kemenangan

buktikan hai pecundang
namun jangan engkau dendam
bangkit lah sebagai pejuang
yang berjalan di atas kebenaran

tapi jangan lah hati mu membenci
lawan mereka dengan peluru prestasi
pedang kasih sayang  juga perisai doa
ubah nasib mu penjadi pemenang


ayo sang pecundang
jangan hanya memeluk angan
buat angan itu jadi kenyataan
sebagai pembuktian

jangan kau putus asa karna masih ada Allah SWT
bangkit lah pecundang berubah lah jadi pejuang
berdoa lah meminta jalan pada tuhan
bangkit dan berjuang lah Insya Allah kau akan jadi pemenang

chintya 19 april 2019

Sabtu, 29 Juni 2019

My poem 20/03/2019

Ya Allah kadang aku takut saat aku senang aku terlena dan lupa pada mu
Kadang aku takut saat aku susah aku malah menyalahkan mu ,
aku takut terlena pada dunia, aku juga takut putus asa menghadapi nya
Aku takut Ya Allah aku takut dunia membuat ku lupa akan diri mu

Karna kadang saat senang aku seakan terbang
Saat sedang susah aku terasa jatuh hampir binasah
Ya Allah jadi kan lah aku hamba mu yang tak pernah lupa
Untk meletakan kepala ku di atas sejadah selalu

Untuk selalu besujud pada mu saat senang atau pun susah
Saat senang aku bersujud bersyukur karna semua tentu berkat Rahmat mu
Saat susah ku bersujud mengadu memohon berdoa memohon Rahmat mu
Karna aku bukan apa- apa tanpa mu
Chintya
20/03/2019

Rabu, 27 Februari 2019

Hijab

hijab

hijab jilbab kerudung apapun sebutan nya dulu aku menganggap hijab adalah sesuatu yang sangat  berat bukan hanya selembar kain yang akan menutupi kepalaku banyak banget temen dan saudara ku yang kadar menyindir dan menyuruh ku memakai nya ya kadang terpikir juga memakai nya namun  bagiku hijab bukan hanya kewajiban tapikomitmen banyak sih yang bilangg mau jilbabin hati dulu tapi itu klise kenapa ? ya jilbab atau hijab itu kewajiban ada pula di Alquran tapiyah nama nya manusia pasti ada godaan nya padahal tante-tante ku semua berhijab ya keidupan ku juga biasa aja sih ga bandel-bandel banget ga baik-baik juga kalo soal penampilan aku bukan tipe orang yang modis dan fashion teman dekat ku  sulis memutus untuk memakai hijab pada saat smp kalo gasalah kelas dua menjelang kelas dua yah dan itu membuat ku agak kaget dan sempat memikirkan kan pake juga tapi ya lagi-lagi ini masalah prinsip dan komitmen aku belum pake dan aku melihat teman ku  tidak bisa mempertahankan prinsipdan komitmen itu dia melepas nya namun Alhamdulilah sekarang dia memakai nya kembali ya dia punya alesansaat dia melepaskan hijab nya dan sampai pada saat puncak nya ketika aku sakitsebulan di sana aku banyak berfikir apalagi yang aku cari tinggal tutup ajah rambut aku juga kalo ga pake Cuma aku untel-untel dan aku pakai tapi yang membuat aku sedih dan kesal adalah ada beberapa orang-orang yang menganggap kalo aku memakai hijab karna sakit nazhar atau apa lahmungkin bagi mereka its ok aku gapapa sebenar nya wajar asal jangan di bilang kerdus ajah hehe tapi yang aku kesel adalah mereka tuh ga tau betapa susah nya aku untuk memutuskan ini dan betapasulit nya juga buat menjaga nya kenapa mereka main asal nilai ajah, tapi aku tau Allah mengetahui setiap perjalanan ku biar Allah yang menjawab
bagiku ijab bukan hanya kain penutup untuk kepala tapi hijab adalah Identitas,komitmen juga alarm penjaga untuk ku memakai nya menunjukan identitas ku sebagai Muslimah identitas akan agamaku  yang harus kujaga agarbaik selalu  , hijab juga komitmen untuk untukterus memakai nya tidak melepas nya menjaga agar tetap baik komitmen untuk ku siap mengadapi segala cobaan untuk melepas nya komitmen yang harus pertanggung  Jawabkan  kepada agama dan tuhan ku juga diri ku sendiri untuk terus memperbaiki diri karna hijab ini adalah identitas dari  agama yang ku cintai dang pengingat ku pada sang Robbi
hijab adalah alarm penjaga walau belum baik budi dan ahlak ku tapi ini  ijabenjaga kudan mengingatkan ku untuk selalu memperbaikii diri ku  h yang tidak baik dari hal kecil seperti berkata kasar atau menyakiti seseorang ya walau kadang aku tetap lupa tapi setidak nya saat aku meningat nya aku telat memakai nya aku tidakingin dya ternoda dengan perbuatan ku dan mungkin aku berfikir
satu lagi hujab adalah semangat ya hijab adalah semangat untukuntuk terusmelakukan alyang baikdan berguna  untuk membuktikan pada dunia kalo wanita muslima untuk terus  terus berkarya

Bagaimana Menanggapi Ujaran kebencian

Bagaimana Menanggapi Ujaran kebencian Di Jaman Modern
Bagi saya  ujaran kebencian di jaman milenial ini sudah seperti sesuatu yang biasa seakan kita semua bukan manusia dan tidak mempunyai hati  nurani, saling mencela dan mencaci seperti sesuatu yang sangat lumrah,   semua seperti terbantu dengan ada nya sosial media yang harus nya mempererat silahturahmi kita .  Sebagai generasi milenial seharus nya kita lebih bijak untuk  mengunakan sosaial media dan menerima sebuah Informasi juga  mengeluarkan pendapat dan kemarahan  berfikir panjang  dalam mengungkapakan  pendapat dan kekecewaan.  Tidak bisa di pungkiri ujaran kebencian itu  sekarang sudah menyentuh sesuatu yang sangat sensitif contohnya saja SARA (  suku agama ras  dan antar golongan  ) terlebih  agama, agama  adalah sesuatu yang sangat mudah untuk menyulutklan ujaran kebencian  , agama sesuatu yang seharus nya kita rekat kan malah menjadi sesuatu yang memisakan kita, begitu mudah nya kita terpecah belah,  bahkan  sesama penganut agama  tersebut banyitu yang  menjadi profokator memecah bela antar sesama mereka  , sungguh sangat miris dan Ironi sekali belum saja  kepentingan politik yang menjadikan agama menjadi sebuah nilai pengikat  yang kadang tidak bijak yang berbuah menjadi ujaran kebencian sebenar nya tidak ada salah nya apa bila politik dan agama di satukanperbedaan pendapat pasti selalu ada  namun seharus nya kita bisa lebih bijak dalam menyikapi nya tetap mengargai  kepercayaan  agama tersebut.  Tidak bisa di pungkiri  Indonesia  sebagai negara mayoritas Islam agama Islam lah yang paling sering di serang oleh para pengujar kebencian, sebagai Muslim tentu saja saya sangat sedih tetapi yang lebih menyedihkan banyak sesama Muslim sendiri yang menjadi pelaku pengujar kebencian tersebut karna islam adalah negara yang damai dan tidak pernah mengajar apa lagi membenar kan ujaran kebencian  . Tanpa menyalahkan pihak mana pun saya rasa banyak sekali pelaku pengujar kebencian itu adalah dari golongan golongan yang mengatas nama kan agama itu sendiri itu sendiri  , semua itu terbukti dari banyak nya kasus pelecehan agama dari golongan sendiri ,  banyak juga yang mengatas nama kan pancasila dan Kebinekaan ,kita tidak bisa meninggal kan nilai  Pancasila dan toleransi tetapi  kita juga harus mempunya adab dalam menyikapi dan mengemukakan pendapat , kita  harus bisa membedakan ketidak sukaan kita pada seseorang dengan apa yang dia anut atau dari mana dia berasal, contoh bila kita tidak suka dengan seorang tokoh atau organisasi tetentu bijak nya kita kita bisa mengeluarkan  pendapat kita tanpa membahas dan menyerang  agama atau suku , tokoh atau oganisasi  tersebut karna itulah yang biasa terjadi dan yang akan menjadi sumber ujaran kebencian ,   kita sebagai manusia di jaman modern yang sangat milenial ini  di mana sangat mudah  nya kita mendapat suatu informasi dan mengungkapkan pendapat, seharus nya bisa menangapi nya dengan bijak menjadikan  perbedaan itu menjadi sebuah warna tidak mudah terbakar oleh api kemarahan membalas dengan sebuah prestasi yang membanggakan, menjadi penengah yang bijak bukan malah menjadi pemanas keadaan dengan kebencian, menjadi pererat ,menjadi   Rakyat bangsa Indonesia yang mempererat mempersatu bukan  pemecah belah,  dan lebih santun untuk mengemukakan pendapat tidak  menjadikan agama menjadi sebuah bahan yang rentan untuk di perdebatkan   menghormati perbedaan menyikapi sebuah kritikan dengan hati yang lapang, mengormati pancasila dengan menghargai semua simbol-simbol agama, semua itu bisa  menghindarkan diri kita untuk menjadi pelaku penyebar ujaran kebencian  , ujaran kebencian akan menjadi sebuah serangan untuk persaudaraan membunuh rasa kebersamaan

Sosial media seperti pisau bermata dua

Sosial media seperti piau bermata dua
Sosial media itu memang seperti pisau bermata  dua dari sana kita dapat mendapat kan manfaat juga mudorat tapi itu kita juga bisamendapat kan manfaatnya semua ini terinpirasi saat aku mulai suka menulis insta storie ku aku liat hmm  banyak juga yang melihat  sempat terpikir oleh ku banyak juga yah kepo berarti instatorie wa storie itu bisa bikin orang kepo tapi setelah ku pikir ya itu memang benar tapi kita bisa merubah nya semua ada di diri kita aku suka menulis kan sindiran kadanag hehe kadang curhatan yang ga penting kata  kata mutiara yang inti nya tetap curhat dan itu ga berguna memang bikin lega tapi ga guna ajah oh iyah kadang ada juga orang yang post abis kemana abis dari mana  abis ngapai yahh itu sih hak  semua orang tapi semua itu kalo keterlaluan keseringan bikin ga sehat juga karna semakin lama kita akan semakin berlomba menurut ku akan lebih bermanfaatkan kalo kita bisa mem post yang informatif dan ya untuk biar lebih deket dan sekedar memberitau boleh lah share kegiatan kita hmm ini lain lagi kalo  kita artis kan kalo mereka ada tujuan nya misal nya mereka lagi promosiin film atau biar lebih dekat dengan penggemar dengan kita sering mempost sesuatu yang positif dan informatif kita juga bisa memberii Ilmu dan manfaat untuk  orang yang suka kepoin kita hehe ,kita bisa ubah niat orang itu dengan yang suka kepoin kehidupan kita  menjadi melihat sesuatu yang bermanfaat so semua tergantun dari diri kita mau bikin orang jadi selalu kepo atau mau bikin orang pinter atau mau memberikan Informasi yang bermanfaat , men share kehidupann kita ga salah , meluapkan isi hati ga salah tapi ada baik nya kita bijaksana untuk tidak berlebihan karna itu lah sosial media bagai pisau bermata dua tergantun kita mau sering untuk apa