hijab
hijab jilbab kerudung apapun sebutan nya dulu aku menganggap hijab adalah sesuatu yang sangat berat bukan hanya selembar kain yang akan menutupi kepalaku banyak banget temen dan saudara ku yang kadar menyindir dan menyuruh ku memakai nya ya kadang terpikir juga memakai nya namun bagiku hijab bukan hanya kewajiban tapikomitmen banyak sih yang bilangg mau jilbabin hati dulu tapi itu klise kenapa ? ya jilbab atau hijab itu kewajiban ada pula di Alquran tapiyah nama nya manusia pasti ada godaan nya padahal tante-tante ku semua berhijab ya keidupan ku juga biasa aja sih ga bandel-bandel banget ga baik-baik juga kalo soal penampilan aku bukan tipe orang yang modis dan fashion teman dekat ku sulis memutus untuk memakai hijab pada saat smp kalo gasalah kelas dua menjelang kelas dua yah dan itu membuat ku agak kaget dan sempat memikirkan kan pake juga tapi ya lagi-lagi ini masalah prinsip dan komitmen aku belum pake dan aku melihat teman ku tidak bisa mempertahankan prinsipdan komitmen itu dia melepas nya namun Alhamdulilah sekarang dia memakai nya kembali ya dia punya alesansaat dia melepaskan hijab nya dan sampai pada saat puncak nya ketika aku sakitsebulan di sana aku banyak berfikir apalagi yang aku cari tinggal tutup ajah rambut aku juga kalo ga pake Cuma aku untel-untel dan aku pakai tapi yang membuat aku sedih dan kesal adalah ada beberapa orang-orang yang menganggap kalo aku memakai hijab karna sakit nazhar atau apa lahmungkin bagi mereka its ok aku gapapa sebenar nya wajar asal jangan di bilang kerdus ajah hehe tapi yang aku kesel adalah mereka tuh ga tau betapa susah nya aku untuk memutuskan ini dan betapasulit nya juga buat menjaga nya kenapa mereka main asal nilai ajah, tapi aku tau Allah mengetahui setiap perjalanan ku biar Allah yang menjawab
bagiku ijab bukan hanya kain penutup untuk kepala tapi hijab adalah Identitas,komitmen juga alarm penjaga untuk ku memakai nya menunjukan identitas ku sebagai Muslimah identitas akan agamaku yang harus kujaga agarbaik selalu , hijab juga komitmen untuk untukterus memakai nya tidak melepas nya menjaga agar tetap baik komitmen untuk ku siap mengadapi segala cobaan untuk melepas nya komitmen yang harus pertanggung Jawabkan kepada agama dan tuhan ku juga diri ku sendiri untuk terus memperbaiki diri karna hijab ini adalah identitas dari agama yang ku cintai dang pengingat ku pada sang Robbi
hijab adalah alarm penjaga walau belum baik budi dan ahlak ku tapi ini ijabenjaga kudan mengingatkan ku untuk selalu memperbaikii diri ku h yang tidak baik dari hal kecil seperti berkata kasar atau menyakiti seseorang ya walau kadang aku tetap lupa tapi setidak nya saat aku meningat nya aku telat memakai nya aku tidakingin dya ternoda dengan perbuatan ku dan mungkin aku berfikir
satu lagi hujab adalah semangat ya hijab adalah semangat untukuntuk terusmelakukan alyang baikdan berguna untuk membuktikan pada dunia kalo wanita muslima untuk terus terus berkarya
Rabu, 27 Februari 2019
Bagaimana Menanggapi Ujaran kebencian
Bagaimana Menanggapi Ujaran kebencian Di Jaman Modern
Bagi saya ujaran kebencian di jaman milenial ini sudah seperti sesuatu yang biasa seakan kita semua bukan manusia dan tidak mempunyai hati nurani, saling mencela dan mencaci seperti sesuatu yang sangat lumrah, semua seperti terbantu dengan ada nya sosial media yang harus nya mempererat silahturahmi kita . Sebagai generasi milenial seharus nya kita lebih bijak untuk mengunakan sosaial media dan menerima sebuah Informasi juga mengeluarkan pendapat dan kemarahan berfikir panjang dalam mengungkapakan pendapat dan kekecewaan. Tidak bisa di pungkiri ujaran kebencian itu sekarang sudah menyentuh sesuatu yang sangat sensitif contohnya saja SARA ( suku agama ras dan antar golongan ) terlebih agama, agama adalah sesuatu yang sangat mudah untuk menyulutklan ujaran kebencian , agama sesuatu yang seharus nya kita rekat kan malah menjadi sesuatu yang memisakan kita, begitu mudah nya kita terpecah belah, bahkan sesama penganut agama tersebut banyitu yang menjadi profokator memecah bela antar sesama mereka , sungguh sangat miris dan Ironi sekali belum saja kepentingan politik yang menjadikan agama menjadi sebuah nilai pengikat yang kadang tidak bijak yang berbuah menjadi ujaran kebencian sebenar nya tidak ada salah nya apa bila politik dan agama di satukanperbedaan pendapat pasti selalu ada namun seharus nya kita bisa lebih bijak dalam menyikapi nya tetap mengargai kepercayaan agama tersebut. Tidak bisa di pungkiri Indonesia sebagai negara mayoritas Islam agama Islam lah yang paling sering di serang oleh para pengujar kebencian, sebagai Muslim tentu saja saya sangat sedih tetapi yang lebih menyedihkan banyak sesama Muslim sendiri yang menjadi pelaku pengujar kebencian tersebut karna islam adalah negara yang damai dan tidak pernah mengajar apa lagi membenar kan ujaran kebencian . Tanpa menyalahkan pihak mana pun saya rasa banyak sekali pelaku pengujar kebencian itu adalah dari golongan golongan yang mengatas nama kan agama itu sendiri itu sendiri , semua itu terbukti dari banyak nya kasus pelecehan agama dari golongan sendiri , banyak juga yang mengatas nama kan pancasila dan Kebinekaan ,kita tidak bisa meninggal kan nilai Pancasila dan toleransi tetapi kita juga harus mempunya adab dalam menyikapi dan mengemukakan pendapat , kita harus bisa membedakan ketidak sukaan kita pada seseorang dengan apa yang dia anut atau dari mana dia berasal, contoh bila kita tidak suka dengan seorang tokoh atau organisasi tetentu bijak nya kita kita bisa mengeluarkan pendapat kita tanpa membahas dan menyerang agama atau suku , tokoh atau oganisasi tersebut karna itulah yang biasa terjadi dan yang akan menjadi sumber ujaran kebencian , kita sebagai manusia di jaman modern yang sangat milenial ini di mana sangat mudah nya kita mendapat suatu informasi dan mengungkapkan pendapat, seharus nya bisa menangapi nya dengan bijak menjadikan perbedaan itu menjadi sebuah warna tidak mudah terbakar oleh api kemarahan membalas dengan sebuah prestasi yang membanggakan, menjadi penengah yang bijak bukan malah menjadi pemanas keadaan dengan kebencian, menjadi pererat ,menjadi Rakyat bangsa Indonesia yang mempererat mempersatu bukan pemecah belah, dan lebih santun untuk mengemukakan pendapat tidak menjadikan agama menjadi sebuah bahan yang rentan untuk di perdebatkan menghormati perbedaan menyikapi sebuah kritikan dengan hati yang lapang, mengormati pancasila dengan menghargai semua simbol-simbol agama, semua itu bisa menghindarkan diri kita untuk menjadi pelaku penyebar ujaran kebencian , ujaran kebencian akan menjadi sebuah serangan untuk persaudaraan membunuh rasa kebersamaan
Bagi saya ujaran kebencian di jaman milenial ini sudah seperti sesuatu yang biasa seakan kita semua bukan manusia dan tidak mempunyai hati nurani, saling mencela dan mencaci seperti sesuatu yang sangat lumrah, semua seperti terbantu dengan ada nya sosial media yang harus nya mempererat silahturahmi kita . Sebagai generasi milenial seharus nya kita lebih bijak untuk mengunakan sosaial media dan menerima sebuah Informasi juga mengeluarkan pendapat dan kemarahan berfikir panjang dalam mengungkapakan pendapat dan kekecewaan. Tidak bisa di pungkiri ujaran kebencian itu sekarang sudah menyentuh sesuatu yang sangat sensitif contohnya saja SARA ( suku agama ras dan antar golongan ) terlebih agama, agama adalah sesuatu yang sangat mudah untuk menyulutklan ujaran kebencian , agama sesuatu yang seharus nya kita rekat kan malah menjadi sesuatu yang memisakan kita, begitu mudah nya kita terpecah belah, bahkan sesama penganut agama tersebut banyitu yang menjadi profokator memecah bela antar sesama mereka , sungguh sangat miris dan Ironi sekali belum saja kepentingan politik yang menjadikan agama menjadi sebuah nilai pengikat yang kadang tidak bijak yang berbuah menjadi ujaran kebencian sebenar nya tidak ada salah nya apa bila politik dan agama di satukanperbedaan pendapat pasti selalu ada namun seharus nya kita bisa lebih bijak dalam menyikapi nya tetap mengargai kepercayaan agama tersebut. Tidak bisa di pungkiri Indonesia sebagai negara mayoritas Islam agama Islam lah yang paling sering di serang oleh para pengujar kebencian, sebagai Muslim tentu saja saya sangat sedih tetapi yang lebih menyedihkan banyak sesama Muslim sendiri yang menjadi pelaku pengujar kebencian tersebut karna islam adalah negara yang damai dan tidak pernah mengajar apa lagi membenar kan ujaran kebencian . Tanpa menyalahkan pihak mana pun saya rasa banyak sekali pelaku pengujar kebencian itu adalah dari golongan golongan yang mengatas nama kan agama itu sendiri itu sendiri , semua itu terbukti dari banyak nya kasus pelecehan agama dari golongan sendiri , banyak juga yang mengatas nama kan pancasila dan Kebinekaan ,kita tidak bisa meninggal kan nilai Pancasila dan toleransi tetapi kita juga harus mempunya adab dalam menyikapi dan mengemukakan pendapat , kita harus bisa membedakan ketidak sukaan kita pada seseorang dengan apa yang dia anut atau dari mana dia berasal, contoh bila kita tidak suka dengan seorang tokoh atau organisasi tetentu bijak nya kita kita bisa mengeluarkan pendapat kita tanpa membahas dan menyerang agama atau suku , tokoh atau oganisasi tersebut karna itulah yang biasa terjadi dan yang akan menjadi sumber ujaran kebencian , kita sebagai manusia di jaman modern yang sangat milenial ini di mana sangat mudah nya kita mendapat suatu informasi dan mengungkapkan pendapat, seharus nya bisa menangapi nya dengan bijak menjadikan perbedaan itu menjadi sebuah warna tidak mudah terbakar oleh api kemarahan membalas dengan sebuah prestasi yang membanggakan, menjadi penengah yang bijak bukan malah menjadi pemanas keadaan dengan kebencian, menjadi pererat ,menjadi Rakyat bangsa Indonesia yang mempererat mempersatu bukan pemecah belah, dan lebih santun untuk mengemukakan pendapat tidak menjadikan agama menjadi sebuah bahan yang rentan untuk di perdebatkan menghormati perbedaan menyikapi sebuah kritikan dengan hati yang lapang, mengormati pancasila dengan menghargai semua simbol-simbol agama, semua itu bisa menghindarkan diri kita untuk menjadi pelaku penyebar ujaran kebencian , ujaran kebencian akan menjadi sebuah serangan untuk persaudaraan membunuh rasa kebersamaan
Sosial media seperti pisau bermata dua
Sosial media seperti piau bermata dua
Sosial media itu memang seperti pisau bermata dua dari sana kita dapat mendapat kan manfaat juga mudorat tapi itu kita juga bisamendapat kan manfaatnya semua ini terinpirasi saat aku mulai suka menulis insta storie ku aku liat hmm banyak juga yang melihat sempat terpikir oleh ku banyak juga yah kepo berarti instatorie wa storie itu bisa bikin orang kepo tapi setelah ku pikir ya itu memang benar tapi kita bisa merubah nya semua ada di diri kita aku suka menulis kan sindiran kadanag hehe kadang curhatan yang ga penting kata kata mutiara yang inti nya tetap curhat dan itu ga berguna memang bikin lega tapi ga guna ajah oh iyah kadang ada juga orang yang post abis kemana abis dari mana abis ngapai yahh itu sih hak semua orang tapi semua itu kalo keterlaluan keseringan bikin ga sehat juga karna semakin lama kita akan semakin berlomba menurut ku akan lebih bermanfaatkan kalo kita bisa mem post yang informatif dan ya untuk biar lebih deket dan sekedar memberitau boleh lah share kegiatan kita hmm ini lain lagi kalo kita artis kan kalo mereka ada tujuan nya misal nya mereka lagi promosiin film atau biar lebih dekat dengan penggemar dengan kita sering mempost sesuatu yang positif dan informatif kita juga bisa memberii Ilmu dan manfaat untuk orang yang suka kepoin kita hehe ,kita bisa ubah niat orang itu dengan yang suka kepoin kehidupan kita menjadi melihat sesuatu yang bermanfaat so semua tergantun dari diri kita mau bikin orang jadi selalu kepo atau mau bikin orang pinter atau mau memberikan Informasi yang bermanfaat , men share kehidupann kita ga salah , meluapkan isi hati ga salah tapi ada baik nya kita bijaksana untuk tidak berlebihan karna itu lah sosial media bagai pisau bermata dua tergantun kita mau sering untuk apa
Sosial media itu memang seperti pisau bermata dua dari sana kita dapat mendapat kan manfaat juga mudorat tapi itu kita juga bisamendapat kan manfaatnya semua ini terinpirasi saat aku mulai suka menulis insta storie ku aku liat hmm banyak juga yang melihat sempat terpikir oleh ku banyak juga yah kepo berarti instatorie wa storie itu bisa bikin orang kepo tapi setelah ku pikir ya itu memang benar tapi kita bisa merubah nya semua ada di diri kita aku suka menulis kan sindiran kadanag hehe kadang curhatan yang ga penting kata kata mutiara yang inti nya tetap curhat dan itu ga berguna memang bikin lega tapi ga guna ajah oh iyah kadang ada juga orang yang post abis kemana abis dari mana abis ngapai yahh itu sih hak semua orang tapi semua itu kalo keterlaluan keseringan bikin ga sehat juga karna semakin lama kita akan semakin berlomba menurut ku akan lebih bermanfaatkan kalo kita bisa mem post yang informatif dan ya untuk biar lebih deket dan sekedar memberitau boleh lah share kegiatan kita hmm ini lain lagi kalo kita artis kan kalo mereka ada tujuan nya misal nya mereka lagi promosiin film atau biar lebih dekat dengan penggemar dengan kita sering mempost sesuatu yang positif dan informatif kita juga bisa memberii Ilmu dan manfaat untuk orang yang suka kepoin kita hehe ,kita bisa ubah niat orang itu dengan yang suka kepoin kehidupan kita menjadi melihat sesuatu yang bermanfaat so semua tergantun dari diri kita mau bikin orang jadi selalu kepo atau mau bikin orang pinter atau mau memberikan Informasi yang bermanfaat , men share kehidupann kita ga salah , meluapkan isi hati ga salah tapi ada baik nya kita bijaksana untuk tidak berlebihan karna itu lah sosial media bagai pisau bermata dua tergantun kita mau sering untuk apa
Langganan:
Postingan (Atom)