Sabtu, 29 September 2018

Negri ku berduka lagi

Negri ku berduka lagi belum kering air mata ini
Kota indah lombok di guncang gempa negri ini berduka
Belum hilang ingatan ini bagaimana
Tsunami mempora poranda kan kota aceh kota serambi Mekah

Maafkan kami ya Robbi kadang kami suka lupa diri
maafkan kami ya Ilahi kadang kami tinggi hati
ini semua teguran untuk kita semua agar selalu ingat pada nya
agar selalu ingat akan nikmat dan kuasa nya

dalam hitugan menit kau tunjukan kuasa mu
kau  getarkan bumi ini kau tumpahkan lautan ke daratan
tiada daya manusia saat itu hanya bisa memohon ampum pada mu
memohon pertolongan padamu 

Ya Allah ya Robbi maafkan lah kami ampuni kami
Kini dengan rendah diri memohon pada mu ya Robbi
beri kan lah ketabahan kekuatan ketegaran pada saudara kami di palu
berikan bantuan terbaik mu Ya Robbi

dan semoga bencana ini membuat kami akan selalu ingat dengan diri mu
selalu ingat dengan perintah mu dan menjauhi semua larangan mu udara
untuk saudara saudara ku di palu  doa ku dan doa semua rakyat Indonesia selalu untuk mu
dan Allah selalu bersama mu



Rabu, 26 September 2018

Mimpi my pusisi

Dia sendiri duduk di sini 
Membangun angan dan  bermimpi
 ingin itu dan ini ingin begitu dan begini
Tapi tak tau dari mana dia  mulai

Dia hanya ingin menjadi diri  sendiri
Tapi apa kah mereka mempercayai
diri nya yang mungkin hanya punya ilusi
dia selalu bertanya di dalam hati

Hai  ayo lah berani kenapa kau masih bersembunyi
Apakah kau tidak ingin mewujudkan semua  ini
Apa kau tidak ingin melihat meraka iri 
Tanya ku pada diri ku sendiri




Pagi dengan air mata my puisi

Saat ku sedang terlelap tiba-tiba ada suara
Yang memaksa ku  membuka mata ku
Suara itu pun memanggil ku menyuruh ku mendekat
Aku pun datang pada nya walau ku ku rasa sangat berat

Dengan keadaan yang masih setengah sadar
Ku coba dengar semua katak kata  nya dengan sabar
Beberapa lama ku mulai tersadar
Namun kata kata itu belum juga usai

Kata kata yang kadang membuat hati ini terbakar
Sakit bagai tersambar tapi aku bertahan
Kadang ada kata yang memojokan dan mnyakitkan
Kadang aku terdiam merasakan  sakit yang tak tertahan kan

Aku terdiam seperti orang bodoh hati ini seperti tertampar
Terbakar tertusuk terkoyak lalu di tekan hingga sakit nya tak tertahan kan
Dan setan hampir saja mengambil kesempatan
Namun untung nya aku segera tersadarkan

Ku tenangkan diriku ku sebut nama nya
Ku sebut nama nya berdzikir pada nya bermunajat pada nya
Berdoa pada nya ya pada dya Allah SWT
Tuhan yang maha esa

Aku pun pergi namun dia  memanggil ku lagi
Aku pun terpaksa menghapiri
Tiba tiba suara itu meninggi lalu mengiba menangis pilu
Dan aku  hanya terdiam kaku dan membisu
Mungkin kau pikir aku tega tidak aku juga menderita
Tapi cukup biar hati ku saja dan “dia” yang tau

Hati ku menjerit meronta terluka
Jika ada yang tanya mengapa  mungkin sulit untukku menjawab nya
Tapi tuhan lebih tau mengapa
Ya aku memang bersalah aku bersalah dan berdosa

Tapi ku pun ingin perbaiki semua
Walau kubelum  tau dari mana aku akan memulainya
Aku pun berjalan seakan acuh walau sebenar nyaku rapuh
Ku  beri dia peluk ku

Ku pun berjalan keluar dengan langkah yang lunglai
Tapiku terus berjalan aku berjalan sambil berdzikir
Berdzikir dan berfikir aku berjalan tertatih dengan hati yang  mulai letih
Sambil berfikir bagaimana ini akan berakhir

Namun aku yakin janji nya benar semua akan berakir indah
Bila aku melibatkan nya ,  mungkin kau pikir aku gila  dan berkata
Hei kau tidak bisa diam saja kau juga harus berusaha ya aku
Aku janji akan berusaha dan tentu nya di setai dengan doa

Aku janji akan berusaha dan berdoa
Namun kini ku butuh petunjuk darinya karna aku
tidak tau harus mulai dari mana
namun aku yakin dia akan memberi petunjuk ku

karna dia lah tuhan yang Rahman dan Rahim
aku yakin dia akan memberi petunjuk terbaik untuk diri ku
 walau ku  tau nanti pun tetap akan ada jalan yang berliku
aku tidak takut karna Allah bersama ku 

dan nanti dia suara itu tidak akan mengekuarkan kata kata yang menyakitkan
 memojokan penuh kecurigaan tidak akan menangis pilu karna ketidakberdayaan
yang ada hanya kata-kata penuh cinta dan tangis pilu karna kebanggaan
 dan kata  kata –kata syukur  keimanan pada nya pada  Allah SWT

Chintya Amorita
19/09/2018

My puisi 13/09/2018

Bagaikan pecundang aku terdiam
Seketika hari yang terang berubah jadi kelam
Aku bagaikan seorang pencuri yang ketauan
Lalu aku melihat tatapan kecurigaan

Aku coba memohon tapi semua telat
Aku telah terpojokan dan aku hanya berusaha menenangkan
Hati ku yang sedang gelisah ketakutan

Lalu iya pergi hilang dengan aura penuh kemarahan
Dan aku hanya terdiam menahan takut mengatasi kegelisahan
Ku coba mengingat tuhan agar jiwa ini tidak hanyut tengelam

Ku coba tenang kan hati ini dan berkata yang terjadi adalah kehendak tuhan
Tuhan maha penyayang  tak mungkin dia meningalkan ku sendirian
Ku coba tenang kan diri dengan menyebut kalimat suci
Memuji dan beristifar pada sang ilahi

Entah apa yang kan terjadi nanti
Ku rasa caci dan maki akan ku terima
Setelah semua kejadian ini

Msih berhak kah ku bermimpi
Akan kah semua menjadi realita
Atau akan tetap menjadi ekpetasi
Entahlah smua masih misteri
Kini ku hanya bisa berpasrah diri
Hanya bisa memohon berdoa dan bermunajat pada sang ilahi
Berharap semua bisa ku akhiri
Tanpa ada cela dan caci

13/09/2018

Hari yang gelap ,23/09/2018

Hari ini hari yang penuh duka
Tangis dan air mata ku tumpah
Saat amarah mulai datang mengoyak jiwa ku
Saat tangis dan air mata tak bisa ku jaga lagi untuk tak jatuh

Saat yang ku bisa lakukan hanya menangis pilu
Saat kekuatan hampir meninggal ku
Saat diri ini begitu merasa malu
Saat aku merasa seperti seorang benalu

Saat ku hampir menyerah karna lelah
Saat aku sudah tak tau harus apa
Saat aku sudah mulai pasrah
Saat rasa nya jiwa benar2 terluka

Saat aku dilakukan seperti pecundang
Saat aku di perlukakun seperti seorang pembangkng
Saat aku di perlakukan seperti seorang pendosa
Saat aku di perlakukan seperti seorang pendusta

Ya aku memang salah ya Robbi
Ku aku itu dengan kerendahan hati
Tapi engkau tau niat hati ini
Wlau mereka tidak peduli

Kini hanya padamu ku mengadu
Memohon ampun doa dan bersimpuh pada mu
Semoga semua cerita duka yang terjadi hari ini
Akan tergantikan dengan cerita bahagia di sertai terwujud nya semua mimpi

Chintya 23/09/2018