Negri ku berduka lagi belum kering air mata ini
Kota indah lombok di guncang gempa negri ini berduka
Belum hilang ingatan ini bagaimana
Tsunami mempora poranda kan kota aceh kota serambi Mekah
Maafkan kami ya Robbi kadang kami suka lupa diri
maafkan kami ya Ilahi kadang kami tinggi hati
ini semua teguran untuk kita semua agar selalu ingat pada nya
agar selalu ingat akan nikmat dan kuasa nya
dalam hitugan menit kau tunjukan kuasa mu
kau getarkan bumi ini kau tumpahkan lautan ke daratan
tiada daya manusia saat itu hanya bisa memohon ampum pada mu
memohon pertolongan padamu
Ya Allah ya Robbi maafkan lah kami ampuni kami
Kini dengan rendah diri memohon pada mu ya Robbi
beri kan lah ketabahan kekuatan ketegaran pada saudara kami di palu
berikan bantuan terbaik mu Ya Robbi
dan semoga bencana ini membuat kami akan selalu ingat dengan diri mu
selalu ingat dengan perintah mu dan menjauhi semua larangan mu udara
untuk saudara saudara ku di palu doa ku dan doa semua rakyat Indonesia selalu untuk mu
dan Allah selalu bersama mu
Sabtu, 29 September 2018
Rabu, 26 September 2018
Mimpi my pusisi
Dia sendiri duduk di sini
Membangun angan dan bermimpi
ingin itu dan ini ingin begitu dan begini
Tapi tak tau dari mana dia mulai
Dia hanya ingin menjadi diri sendiri
Tapi apa kah mereka mempercayai
diri nya yang mungkin hanya punya ilusi
dia selalu bertanya di dalam hati
Hai ayo lah berani kenapa kau masih bersembunyi
Apakah kau tidak ingin mewujudkan semua ini
Apa kau tidak ingin melihat meraka iri
Tanya ku pada diri ku sendiri
Membangun angan dan bermimpi
ingin itu dan ini ingin begitu dan begini
Tapi tak tau dari mana dia mulai
Dia hanya ingin menjadi diri sendiri
Tapi apa kah mereka mempercayai
diri nya yang mungkin hanya punya ilusi
dia selalu bertanya di dalam hati
Hai ayo lah berani kenapa kau masih bersembunyi
Apakah kau tidak ingin mewujudkan semua ini
Apa kau tidak ingin melihat meraka iri
Tanya ku pada diri ku sendiri
Pagi dengan air mata my puisi
Saat ku sedang terlelap tiba-tiba ada suara
Yang memaksa ku membuka mata ku
Suara itu pun memanggil ku menyuruh ku mendekat
Aku pun datang pada nya walau ku ku rasa sangat berat
Dengan keadaan yang masih setengah sadar
Ku coba dengar semua katak kata nya dengan sabar
Beberapa lama ku mulai tersadar
Namun kata kata itu belum juga usai
Kata kata yang kadang membuat hati ini terbakar
Sakit bagai tersambar tapi aku bertahan
Kadang ada kata yang memojokan dan mnyakitkan
Kadang aku terdiam merasakan sakit yang tak tertahan kan
Aku terdiam seperti orang bodoh hati ini seperti tertampar
Terbakar tertusuk terkoyak lalu di tekan hingga sakit nya tak tertahan kan
Dan setan hampir saja mengambil kesempatan
Namun untung nya aku segera tersadarkan
Ku tenangkan diriku ku sebut nama nya
Ku sebut nama nya berdzikir pada nya bermunajat pada nya
Berdoa pada nya ya pada dya Allah SWT
Tuhan yang maha esa
Aku pun pergi namun dia memanggil ku lagi
Aku pun terpaksa menghapiri
Tiba tiba suara itu meninggi lalu mengiba menangis pilu
Dan aku hanya terdiam kaku dan membisu
Mungkin kau pikir aku tega tidak aku juga menderita
Tapi cukup biar hati ku saja dan “dia” yang tau
Hati ku menjerit meronta terluka
Jika ada yang tanya mengapa mungkin sulit untukku menjawab nya
Tapi tuhan lebih tau mengapa
Ya aku memang bersalah aku bersalah dan berdosa
Tapi ku pun ingin perbaiki semua
Walau kubelum tau dari mana aku akan memulainya
Aku pun berjalan seakan acuh walau sebenar nyaku rapuh
Ku beri dia peluk ku
Ku pun berjalan keluar dengan langkah yang lunglai
Tapiku terus berjalan aku berjalan sambil berdzikir
Berdzikir dan berfikir aku berjalan tertatih dengan hati yang mulai letih
Sambil berfikir bagaimana ini akan berakhir
Namun aku yakin janji nya benar semua akan berakir indah
Bila aku melibatkan nya , mungkin kau pikir aku gila dan berkata
Hei kau tidak bisa diam saja kau juga harus berusaha ya aku
Aku janji akan berusaha dan tentu nya di setai dengan doa
Aku janji akan berusaha dan berdoa
Namun kini ku butuh petunjuk darinya karna aku
tidak tau harus mulai dari mana
namun aku yakin dia akan memberi petunjuk ku
karna dia lah tuhan yang Rahman dan Rahim
aku yakin dia akan memberi petunjuk terbaik untuk diri ku
walau ku tau nanti pun tetap akan ada jalan yang berliku
aku tidak takut karna Allah bersama ku
dan nanti dia suara itu tidak akan mengekuarkan kata kata yang menyakitkan
memojokan penuh kecurigaan tidak akan menangis pilu karna ketidakberdayaan
yang ada hanya kata-kata penuh cinta dan tangis pilu karna kebanggaan
dan kata kata –kata syukur keimanan pada nya pada Allah SWT
Chintya Amorita
19/09/2018
Yang memaksa ku membuka mata ku
Suara itu pun memanggil ku menyuruh ku mendekat
Aku pun datang pada nya walau ku ku rasa sangat berat
Dengan keadaan yang masih setengah sadar
Ku coba dengar semua katak kata nya dengan sabar
Beberapa lama ku mulai tersadar
Namun kata kata itu belum juga usai
Kata kata yang kadang membuat hati ini terbakar
Sakit bagai tersambar tapi aku bertahan
Kadang ada kata yang memojokan dan mnyakitkan
Kadang aku terdiam merasakan sakit yang tak tertahan kan
Aku terdiam seperti orang bodoh hati ini seperti tertampar
Terbakar tertusuk terkoyak lalu di tekan hingga sakit nya tak tertahan kan
Dan setan hampir saja mengambil kesempatan
Namun untung nya aku segera tersadarkan
Ku tenangkan diriku ku sebut nama nya
Ku sebut nama nya berdzikir pada nya bermunajat pada nya
Berdoa pada nya ya pada dya Allah SWT
Tuhan yang maha esa
Aku pun pergi namun dia memanggil ku lagi
Aku pun terpaksa menghapiri
Tiba tiba suara itu meninggi lalu mengiba menangis pilu
Dan aku hanya terdiam kaku dan membisu
Mungkin kau pikir aku tega tidak aku juga menderita
Tapi cukup biar hati ku saja dan “dia” yang tau
Hati ku menjerit meronta terluka
Jika ada yang tanya mengapa mungkin sulit untukku menjawab nya
Tapi tuhan lebih tau mengapa
Ya aku memang bersalah aku bersalah dan berdosa
Tapi ku pun ingin perbaiki semua
Walau kubelum tau dari mana aku akan memulainya
Aku pun berjalan seakan acuh walau sebenar nyaku rapuh
Ku beri dia peluk ku
Ku pun berjalan keluar dengan langkah yang lunglai
Tapiku terus berjalan aku berjalan sambil berdzikir
Berdzikir dan berfikir aku berjalan tertatih dengan hati yang mulai letih
Sambil berfikir bagaimana ini akan berakhir
Namun aku yakin janji nya benar semua akan berakir indah
Bila aku melibatkan nya , mungkin kau pikir aku gila dan berkata
Hei kau tidak bisa diam saja kau juga harus berusaha ya aku
Aku janji akan berusaha dan tentu nya di setai dengan doa
Aku janji akan berusaha dan berdoa
Namun kini ku butuh petunjuk darinya karna aku
tidak tau harus mulai dari mana
namun aku yakin dia akan memberi petunjuk ku
karna dia lah tuhan yang Rahman dan Rahim
aku yakin dia akan memberi petunjuk terbaik untuk diri ku
walau ku tau nanti pun tetap akan ada jalan yang berliku
aku tidak takut karna Allah bersama ku
dan nanti dia suara itu tidak akan mengekuarkan kata kata yang menyakitkan
memojokan penuh kecurigaan tidak akan menangis pilu karna ketidakberdayaan
yang ada hanya kata-kata penuh cinta dan tangis pilu karna kebanggaan
dan kata kata –kata syukur keimanan pada nya pada Allah SWT
Chintya Amorita
19/09/2018
My puisi 13/09/2018
Bagaikan pecundang aku terdiam
Seketika hari yang terang berubah jadi kelam
Aku bagaikan seorang pencuri yang ketauan
Lalu aku melihat tatapan kecurigaan
Aku coba memohon tapi semua telat
Aku telah terpojokan dan aku hanya berusaha menenangkan
Hati ku yang sedang gelisah ketakutan
Lalu iya pergi hilang dengan aura penuh kemarahan
Dan aku hanya terdiam menahan takut mengatasi kegelisahan
Ku coba mengingat tuhan agar jiwa ini tidak hanyut tengelam
Ku coba tenang kan hati ini dan berkata yang terjadi adalah kehendak tuhan
Tuhan maha penyayang tak mungkin dia meningalkan ku sendirian
Ku coba tenang kan diri dengan menyebut kalimat suci
Memuji dan beristifar pada sang ilahi
Entah apa yang kan terjadi nanti
Ku rasa caci dan maki akan ku terima
Setelah semua kejadian ini
Msih berhak kah ku bermimpi
Akan kah semua menjadi realita
Atau akan tetap menjadi ekpetasi
Entahlah smua masih misteri
Kini ku hanya bisa berpasrah diri
Hanya bisa memohon berdoa dan bermunajat pada sang ilahi
Berharap semua bisa ku akhiri
Tanpa ada cela dan caci
Seketika hari yang terang berubah jadi kelam
Aku bagaikan seorang pencuri yang ketauan
Lalu aku melihat tatapan kecurigaan
Aku coba memohon tapi semua telat
Aku telah terpojokan dan aku hanya berusaha menenangkan
Hati ku yang sedang gelisah ketakutan
Lalu iya pergi hilang dengan aura penuh kemarahan
Dan aku hanya terdiam menahan takut mengatasi kegelisahan
Ku coba mengingat tuhan agar jiwa ini tidak hanyut tengelam
Ku coba tenang kan hati ini dan berkata yang terjadi adalah kehendak tuhan
Tuhan maha penyayang tak mungkin dia meningalkan ku sendirian
Ku coba tenang kan diri dengan menyebut kalimat suci
Memuji dan beristifar pada sang ilahi
Entah apa yang kan terjadi nanti
Ku rasa caci dan maki akan ku terima
Setelah semua kejadian ini
Msih berhak kah ku bermimpi
Akan kah semua menjadi realita
Atau akan tetap menjadi ekpetasi
Entahlah smua masih misteri
Kini ku hanya bisa berpasrah diri
Hanya bisa memohon berdoa dan bermunajat pada sang ilahi
Berharap semua bisa ku akhiri
Tanpa ada cela dan caci
13/09/2018
Hari yang gelap ,23/09/2018
Hari ini hari yang penuh duka
Tangis dan air mata ku tumpah
Saat amarah mulai datang mengoyak jiwa ku
Saat tangis dan air mata tak bisa ku jaga lagi untuk tak jatuh
Saat yang ku bisa lakukan hanya menangis pilu
Saat kekuatan hampir meninggal ku
Saat diri ini begitu merasa malu
Saat aku merasa seperti seorang benalu
Saat ku hampir menyerah karna lelah
Saat aku sudah tak tau harus apa
Saat aku sudah mulai pasrah
Saat rasa nya jiwa benar2 terluka
Saat aku dilakukan seperti pecundang
Saat aku di perlukakun seperti seorang pembangkng
Saat aku di perlakukan seperti seorang pendosa
Saat aku di perlakukan seperti seorang pendusta
Ya aku memang salah ya Robbi
Ku aku itu dengan kerendahan hati
Tapi engkau tau niat hati ini
Wlau mereka tidak peduli
Kini hanya padamu ku mengadu
Memohon ampun doa dan bersimpuh pada mu
Semoga semua cerita duka yang terjadi hari ini
Akan tergantikan dengan cerita bahagia di sertai terwujud nya semua mimpi
Chintya 23/09/2018
Tangis dan air mata ku tumpah
Saat amarah mulai datang mengoyak jiwa ku
Saat tangis dan air mata tak bisa ku jaga lagi untuk tak jatuh
Saat yang ku bisa lakukan hanya menangis pilu
Saat kekuatan hampir meninggal ku
Saat diri ini begitu merasa malu
Saat aku merasa seperti seorang benalu
Saat ku hampir menyerah karna lelah
Saat aku sudah tak tau harus apa
Saat aku sudah mulai pasrah
Saat rasa nya jiwa benar2 terluka
Saat aku dilakukan seperti pecundang
Saat aku di perlukakun seperti seorang pembangkng
Saat aku di perlakukan seperti seorang pendosa
Saat aku di perlakukan seperti seorang pendusta
Ya aku memang salah ya Robbi
Ku aku itu dengan kerendahan hati
Tapi engkau tau niat hati ini
Wlau mereka tidak peduli
Kini hanya padamu ku mengadu
Memohon ampun doa dan bersimpuh pada mu
Semoga semua cerita duka yang terjadi hari ini
Akan tergantikan dengan cerita bahagia di sertai terwujud nya semua mimpi
Chintya 23/09/2018
Langganan:
Postingan (Atom)