Rabu, 26 September 2018

My puisi 13/09/2018

Bagaikan pecundang aku terdiam
Seketika hari yang terang berubah jadi kelam
Aku bagaikan seorang pencuri yang ketauan
Lalu aku melihat tatapan kecurigaan

Aku coba memohon tapi semua telat
Aku telah terpojokan dan aku hanya berusaha menenangkan
Hati ku yang sedang gelisah ketakutan

Lalu iya pergi hilang dengan aura penuh kemarahan
Dan aku hanya terdiam menahan takut mengatasi kegelisahan
Ku coba mengingat tuhan agar jiwa ini tidak hanyut tengelam

Ku coba tenang kan hati ini dan berkata yang terjadi adalah kehendak tuhan
Tuhan maha penyayang  tak mungkin dia meningalkan ku sendirian
Ku coba tenang kan diri dengan menyebut kalimat suci
Memuji dan beristifar pada sang ilahi

Entah apa yang kan terjadi nanti
Ku rasa caci dan maki akan ku terima
Setelah semua kejadian ini

Msih berhak kah ku bermimpi
Akan kah semua menjadi realita
Atau akan tetap menjadi ekpetasi
Entahlah smua masih misteri
Kini ku hanya bisa berpasrah diri
Hanya bisa memohon berdoa dan bermunajat pada sang ilahi
Berharap semua bisa ku akhiri
Tanpa ada cela dan caci

13/09/2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar